Unik Terkisah
Awal akrab berjumpa
Terasa saat tegur sapa
Jarang temu saling berkabar
Perlu sungkan tuk diumbar
Kenal singkat amat terasa
Buat hati terus bertanya
Untuk jiwa mulai terbius
Apa mau dikata jika kian serius
Terngiang jelas ingatanku
Bianglala indah itu dibenakku
Wajah pucat kau rasa, menahan banyak rasa salahku
Rupanya benar salah ajakku
Tapi senyummu membuatku tersipu
Sangat terkenang waktu berharga itu
Kali pertama kisah bertemu
Bianglala itu pun saksi keraguanku
Ragu dimana kau nyatakan perasaanmu
Setelah hari demi hari kian menjamu
Dekatnya kita tanpa penghalang
"Aku cinta kamu, aku sayang kamu, kamu mau nggak jadi pacarku?"
Ucapan itu buat kau bergetar penuh tanya
Kau juga genggam erat tanganku lalu menatapku
Maaf ku sempat memalingkan wajahku
Terkaget dan heran ku dengar itu
Ku tau jawabku ditunggumu sekian detik
Tapi diri ini tak berkutik
Berharap jawabku dapat lekas terpetik
Sebab saat itu pikiranku pun melayang
Jauh terbang menghilang
Tak lama
Keraguanku akan rasamu
Terbesit di relungku
"Yakinkah dia?" Kata itu yang terus menghatuiku
Lalu
"Oke aku mau" jawabku buatmu ragu
Maksudku bukan menggantung tanyamu
Memang sulit memahami jawabku
Ragu
Rasa ragu memang terselip dari jawabku
Kau pun tau itu
Raut wajah dan jawabku memang tak jelas dan tegas akan tanyamu
Maaf aku tak bermaksud begitu
Ya, keraguan itu unik dikisahkan
Dan akhir bahagia slalu didambakan
Terima kasih kau terus yakinkanku
Duduk bersebelahan menghadap kolam air sejukkan pikir
Yakinkan diri ucapanmu memang benar adanya
Terdiam sekian detik serasa hening
Seakan keramaian itu terasa sunyi
"Aku juga suka padamu" kata yang membuatku mati gaya ucapkan itu
Lalu senyum terukir yakinkanmu
Bercakap saling percaya dan mengerti
Lalu waktu kian menyamar
Membawaku pulang ditemanimu
Bergandeng tangan terasa nyaman
Penuh bahagia senyum dan canda
Hati bersyukur memilikimu
Ku harap kita slalu bersatu
"I Love You"
Komentar
Posting Komentar