Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Merajut Paduan Rasa

Terlihat jelas raut wajahnya Bekap luka tebar asa jadi hobinya Tegap langkah telusuri jejak Gapai angan setinggi puncak Tak surut halangi saat memimpin Walau lemah bergelayut dalam jiwa Raga berpijak kokoh jaminan nyawa Mengalir saja tanpa sia -sia Keluh kesah saat menjabat Terbalut canda tawa yang tersirat Bungkam pedih rumit tersalin Kan ukir kisah nyata saat terjalin Dia sangat ku kenal Pemimpin inti organisasi Berjiwa tegas berhati lembut Tak gusar meski lelah menyambut Panutan bertindak mereka menyebut Mengukir kisah merajut waktu begitu singkat Bersama paduan rasa amat sulit diungkap Tak takut aral melintang Walau waktu akan hilang Mengambil posisi yang terpegang Tanggung jawab telah tertuang Dalam wadah yang terpampang Jadi kenangan paling menawan Moral terjaga pedoman diri Bangun dunia tertata rapi Dengan sejuta mimpi Berdiri tegak pimpin negeri Walau hanya pemimpin inti organisasi            ...

Cara Berbeda

Dua orang lelaki saling kenal Berteman akrab dalam bilik Sulit dimengerti tak hanya itu Ternyata ada satu lelaki menghampiri Menyapa lembut awal mengenal Canda gurau terlontar manis Jadi dambaan ingin berkawan Terlihat jelas berbeda Lelaki satu itu begitu unik sambut dunia Tingkah cerdas mengalir deras saat bertindak Pemikir cerdik terbuka dalam melangkah Merubah sistem semula yang memang salah Akal terpakai diluar nalar manusia Disebut idiot berpikir luar biasa Lemah terbawa badai masalah bisa berlalu Karena kata mampu membungkam Setiap resah di hati yang pilu "Semua akan baik - baik saja" Kata lelaki unik itu menatap dunia Membuat asa terus membara berkobar dalam jiwa Lelaki itu berkata lagi "Biarlah obsesimu jadi jalanmu Jangan bohongi niatmu dalam bermimpi Gapai harapan yang melekat di hati Maka kau akan bahagia jalani dunia yang rumit ini" Dua kawannya mendengar selalu kata yang terucap Meski sulit ditafsir oleh mereka Siapa tau bisa ...

Pesan Untuk Kawan

Keluh kesah menahan batin yang terkoyak Tak kuat berdiri diatas luka hidup Membawa makna mundur perlahan Makin jauh makin lenyap Engkau rasa wahai kawanku Seketika kau bertanya padaku "Apa kau kuat jadi aku?" Senyumku melebar dengar tanyamu Menahan jawab yang terlintas dalam pikirku Apa yang kau tau tentang aku Jikalau kau tak mengerti perangaiku Kecuali paham masa kecil penuh pilu Apa yang kau tau tentang aku Saat menatap dari luar diri tanpa menghirau maksudku "Kenapa bukan kau yang jadi aku?" Jawabku dengan tanya Pasti gusar akan lenyap tertelan sikap Pasti hidup akan berkawan pada diri Pasti kau bisa hapus luka yang lukai hati Dilihat tanpa peduli ku biarkan bergeming Dicibir tanpa arti ku tersenyum nanti Perih tersayat luka bisa terobati Karena yakin bisa menawan dunia yang kejam ini "Jadilah aku yang tak henti melangkah Walau luka lebam menyelimuti diri" Pesanku untukmu kawan              ...