Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Makna Tersirat

Telah ku temukan Hilang sirna dicuri waktu Menguap muncul membelah pilu Kadang ingin selalu ditiru Jadi contoh tak kan berlalu Mengusik beban membawa riang Begitu menantang mengubur muram Membawa diri menuju tenang Jadi dambaan setiap insan Diri ini bukan batu Apalagi tombak sekokoh baja Mudah retak dengar cibiran Lembut terbelai penuh menawan Menatap sayu berpegang angan Terucap anggun tinggalkan beban Apa sanggup patahkan niat? Jika asa membaur milyaran mimpi Terikat hati Apa sanggup hancurkan tekad? Jika diri tertopang kuat terbalut arti Menerjang hari Lemah gemulai jemari berkarya Mengukir jawab setiap tanya Mencengkram kuat dalam bertindak Agar berpedom nilai ikatan Untaian rasa memeluk erat Ungkap makna yang tersirat Membawa kisah penuh syarat Tulus hati beri harapan Jiwa tenang beri senyuman Merangkak lambat berjalan pasti Untuk tapaki negeri penuh gejolak                ...

Tiru Dia

Telah ku amati caranya bertingkah Jadi panutan setiap insan lewati harinya Dilihat atau tidak, ia abaikan Jalan pikirnya hanya berdetik dan terus berdetik Dihargai atau tidak, ia hiraukan Langkahnya tegap tak henti berputar Walau tak terucap terima kasih yang terlontar Pagi siang malam giat bekerja Jam dinding si tak kenal lelah ku sebut dia Tak pernah anggap kerjanya sia - sia Hanya bergeming banyak manusia tak hargai waktu dalam hidupnya Atau justru taat pada jadwal yang tertata Ia akan setia lalui dengan bahagia Karena tugas yang melekat Sebagai penujuk waktu yang berbakat Berkatnya ku mampu disiplinkan diri Berkatnya ku kan tentukan kapan tidur, bangun, dan aktivitas lainnya Berkatnya ku siap jalani hari Tapi setiap saat sedih kadang bergelayut pada dirinya Karena jasa tak selamanya dihargai oleh semua Selalu ku ingat sekali akan sikapnya Dihargai atau tidak ia kan giat bekerja Karena ia si jam dinding tak kenal lelah Diri ini perlu belajar dari dirinya Teru...

Dialog Sederhana

Sosok pemuda yang penuh arti Melangkah tegap hiraukan lelah Tak gentar lalui kerumunan hiasi langit gelap Menuntun orang tua yang pikun akan dirinya Bersanding makan di resto pusat kota Tak malu bawa ayah tercinta yang tua renta Sabar bantu sampai selesai Walau mata tajam melirik arah padanya Melihat tingkah makan yang berbeda Karena tangan gemetar haburkan makanan tercecer sana sini Kotori kemewahan yang tersaji Jadi cibiran saat bertingkah Pemuda kembalikan tempat jadi semula Berkemas bersih untuk sang ayah Senyum terlukis manis menatap wajah keriput Hendak melangkah pergi hampiri rumah Pemilik resto mengejar berucap lantang ke pemuda itu "Terima kasih. Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoran kami" Menoleh dengan wajah bingung berbuat apa "Barang berharga apa yang telah kutinggalkan?" tanya pemuda menggenggam erat tangan lemah yang renta "Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua Tentang luhurny...