Postingan

Unik Terkisah

Awal akrab berjumpa Terasa saat tegur sapa Jarang temu saling berkabar Perlu sungkan tuk diumbar Kenal singkat amat terasa Buat hati terus bertanya Untuk jiwa mulai terbius Apa mau dikata jika kian serius Terngiang jelas ingatanku  Bianglala indah itu dibenakku Wajah pucat kau rasa, menahan banyak rasa salahku Rupanya benar salah ajakku Tapi senyummu membuatku tersipu Sangat terkenang waktu berharga itu Kali pertama kisah bertemu Bianglala itu pun saksi keraguanku Ragu dimana kau nyatakan perasaanmu Setelah hari demi hari kian menjamu Dekatnya kita tanpa penghalang "Aku cinta kamu, aku sayang kamu, kamu mau nggak jadi pacarku?" Ucapan itu buat kau bergetar penuh tanya Kau juga genggam erat tanganku lalu menatapku Maaf ku sempat memalingkan wajahku Terkaget dan heran ku dengar itu Ku tau jawabku ditunggumu sekian detik Tapi diri ini tak berkutik Berharap jawabku dapat lekas terpetik Sebab saat itu pikiranku pun melayang Jauh terbang menghilang Tak lama  Keraguanku akan rasamu ...

Makna Tersirat

Telah ku temukan Hilang sirna dicuri waktu Menguap muncul membelah pilu Kadang ingin selalu ditiru Jadi contoh tak kan berlalu Mengusik beban membawa riang Begitu menantang mengubur muram Membawa diri menuju tenang Jadi dambaan setiap insan Diri ini bukan batu Apalagi tombak sekokoh baja Mudah retak dengar cibiran Lembut terbelai penuh menawan Menatap sayu berpegang angan Terucap anggun tinggalkan beban Apa sanggup patahkan niat? Jika asa membaur milyaran mimpi Terikat hati Apa sanggup hancurkan tekad? Jika diri tertopang kuat terbalut arti Menerjang hari Lemah gemulai jemari berkarya Mengukir jawab setiap tanya Mencengkram kuat dalam bertindak Agar berpedom nilai ikatan Untaian rasa memeluk erat Ungkap makna yang tersirat Membawa kisah penuh syarat Tulus hati beri harapan Jiwa tenang beri senyuman Merangkak lambat berjalan pasti Untuk tapaki negeri penuh gejolak                ...

Tiru Dia

Telah ku amati caranya bertingkah Jadi panutan setiap insan lewati harinya Dilihat atau tidak, ia abaikan Jalan pikirnya hanya berdetik dan terus berdetik Dihargai atau tidak, ia hiraukan Langkahnya tegap tak henti berputar Walau tak terucap terima kasih yang terlontar Pagi siang malam giat bekerja Jam dinding si tak kenal lelah ku sebut dia Tak pernah anggap kerjanya sia - sia Hanya bergeming banyak manusia tak hargai waktu dalam hidupnya Atau justru taat pada jadwal yang tertata Ia akan setia lalui dengan bahagia Karena tugas yang melekat Sebagai penujuk waktu yang berbakat Berkatnya ku mampu disiplinkan diri Berkatnya ku kan tentukan kapan tidur, bangun, dan aktivitas lainnya Berkatnya ku siap jalani hari Tapi setiap saat sedih kadang bergelayut pada dirinya Karena jasa tak selamanya dihargai oleh semua Selalu ku ingat sekali akan sikapnya Dihargai atau tidak ia kan giat bekerja Karena ia si jam dinding tak kenal lelah Diri ini perlu belajar dari dirinya Teru...

Dialog Sederhana

Sosok pemuda yang penuh arti Melangkah tegap hiraukan lelah Tak gentar lalui kerumunan hiasi langit gelap Menuntun orang tua yang pikun akan dirinya Bersanding makan di resto pusat kota Tak malu bawa ayah tercinta yang tua renta Sabar bantu sampai selesai Walau mata tajam melirik arah padanya Melihat tingkah makan yang berbeda Karena tangan gemetar haburkan makanan tercecer sana sini Kotori kemewahan yang tersaji Jadi cibiran saat bertingkah Pemuda kembalikan tempat jadi semula Berkemas bersih untuk sang ayah Senyum terlukis manis menatap wajah keriput Hendak melangkah pergi hampiri rumah Pemilik resto mengejar berucap lantang ke pemuda itu "Terima kasih. Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoran kami" Menoleh dengan wajah bingung berbuat apa "Barang berharga apa yang telah kutinggalkan?" tanya pemuda menggenggam erat tangan lemah yang renta "Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua Tentang luhurny...

Merajut Paduan Rasa

Terlihat jelas raut wajahnya Bekap luka tebar asa jadi hobinya Tegap langkah telusuri jejak Gapai angan setinggi puncak Tak surut halangi saat memimpin Walau lemah bergelayut dalam jiwa Raga berpijak kokoh jaminan nyawa Mengalir saja tanpa sia -sia Keluh kesah saat menjabat Terbalut canda tawa yang tersirat Bungkam pedih rumit tersalin Kan ukir kisah nyata saat terjalin Dia sangat ku kenal Pemimpin inti organisasi Berjiwa tegas berhati lembut Tak gusar meski lelah menyambut Panutan bertindak mereka menyebut Mengukir kisah merajut waktu begitu singkat Bersama paduan rasa amat sulit diungkap Tak takut aral melintang Walau waktu akan hilang Mengambil posisi yang terpegang Tanggung jawab telah tertuang Dalam wadah yang terpampang Jadi kenangan paling menawan Moral terjaga pedoman diri Bangun dunia tertata rapi Dengan sejuta mimpi Berdiri tegak pimpin negeri Walau hanya pemimpin inti organisasi            ...

Cara Berbeda

Dua orang lelaki saling kenal Berteman akrab dalam bilik Sulit dimengerti tak hanya itu Ternyata ada satu lelaki menghampiri Menyapa lembut awal mengenal Canda gurau terlontar manis Jadi dambaan ingin berkawan Terlihat jelas berbeda Lelaki satu itu begitu unik sambut dunia Tingkah cerdas mengalir deras saat bertindak Pemikir cerdik terbuka dalam melangkah Merubah sistem semula yang memang salah Akal terpakai diluar nalar manusia Disebut idiot berpikir luar biasa Lemah terbawa badai masalah bisa berlalu Karena kata mampu membungkam Setiap resah di hati yang pilu "Semua akan baik - baik saja" Kata lelaki unik itu menatap dunia Membuat asa terus membara berkobar dalam jiwa Lelaki itu berkata lagi "Biarlah obsesimu jadi jalanmu Jangan bohongi niatmu dalam bermimpi Gapai harapan yang melekat di hati Maka kau akan bahagia jalani dunia yang rumit ini" Dua kawannya mendengar selalu kata yang terucap Meski sulit ditafsir oleh mereka Siapa tau bisa ...

Pesan Untuk Kawan

Keluh kesah menahan batin yang terkoyak Tak kuat berdiri diatas luka hidup Membawa makna mundur perlahan Makin jauh makin lenyap Engkau rasa wahai kawanku Seketika kau bertanya padaku "Apa kau kuat jadi aku?" Senyumku melebar dengar tanyamu Menahan jawab yang terlintas dalam pikirku Apa yang kau tau tentang aku Jikalau kau tak mengerti perangaiku Kecuali paham masa kecil penuh pilu Apa yang kau tau tentang aku Saat menatap dari luar diri tanpa menghirau maksudku "Kenapa bukan kau yang jadi aku?" Jawabku dengan tanya Pasti gusar akan lenyap tertelan sikap Pasti hidup akan berkawan pada diri Pasti kau bisa hapus luka yang lukai hati Dilihat tanpa peduli ku biarkan bergeming Dicibir tanpa arti ku tersenyum nanti Perih tersayat luka bisa terobati Karena yakin bisa menawan dunia yang kejam ini "Jadilah aku yang tak henti melangkah Walau luka lebam menyelimuti diri" Pesanku untukmu kawan              ...